November 29, 2021
PASRAMAN NON FORMAL TOKOH

Jro Satria : Inilah Penetralisir Energi Negatif Ala Bali Aga Pedawa (1)

Pengobatan alternatif dengan menggunakan Menyan Majegau yang dilakukan Pasraman Pasir Ukir, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar kian diminati. Usada Bali yang merupakan warisan Desa Bali Aga ini diyakini mampu menetralisir energi negatif, memiliki khasiat penyembuhan hingga memperbaiki karir dan rejeki.

 

Adalah Jro Tapakan Kadek Satria, 33 yang merupakan Dosen dari Universitas Hindu (Unhi) Denpasar yang menerapkan pengobatan.

 

Jro Satria mengaku jika usada nyepuh ini merupakan negosiasi secara niskala dengan alam dalam bentuk permohonan.

 

“Jadi memohon supaya yang sakit bisa sembuh, yang gelap bisa diterangkan, yang rejekinya kurang bagus agar menjadi lancar, yang bingung agar menjadi jiwanya pulih. Artinnya nyepuh itu upaya untuk memohon kebaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (8/11) siang.

 

Pada prinsipnya, penyembuhan dengan sarana penyepuhan ini merupakan salah satu bentuk menteralisisr energi negatif sehingga berubah kembali dan memberikan vibrasi positif. Jro Satria merinci, energy negatif misalnya segala pepasangan atau tetaneman yang ada di pekarangan rumah, berbagai macam serangan black magic atau ilmu hitam yang dialami seseorang, atau penyakit medis bisa dibantu dengan sarana penyepuhan

 

“Secara umum, pemedek yang nangkil karena memiliki beragam keluhan. Misalnya karena ritual saat pawiwahan ada yang belum komplit, ada yang punya kaul tapi lupa dibayar, pemali. Jadi hal-hal seperti ini bisa bisa terdeteksi di pasraman,” imbuhnya.

 

Sarana utama dalam pengobatan nyepuh ini menggunakan majegau sekemulan. Artinya, majegau yang digunakan itu berasal dari akar, batang, daun hingga buahnya. Sedangkan peralatan penyepuhan menggunakan media pasepan.

 

Selanjutnya, di pasraman Pasir Ukir yang didirikan sejak 2014 sulam juga menyediakan sepit simprung sebagai sarana penyepuhan. Nantinya ketika pemedek yang nangkil untuk memohon pengobatan, bisa mendapatkan tirta dan sarana pabuan atau pecanangan serta dupa yang telah dipasupati.

Baca Juga:  Geliat Eksistensi Pasraman Hindu di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah

 

Dikatakan Jro Satria, proses penyepuhan yang dilakukan di rumah masing-masing pemedek bisa dilaukan secara mandiri. Teknisnya, proses dimulai dari menyediakan api atau bara api dengan pasepan, kemudian di atasnya diisi majegau sekemulan, lalu diisi menyan.

 

“Biasanya, setiap rumah ada pelangkiran. Nah pasepan itu ditaruh di sana. Supaya semua penghuni di lingkungan rumah bisa menghirup aroma majegau. Kemudian ketika keluar asap mengepul agar saat itu dilakukan permohonan, segala macam apa yang dikeluhkan, sehingga mendapatkan berkah Setelah itu nunas tirta. Kemudia dilanjutkan dengan pecanangan yang dimohon untuk nginang,” bebernya.

Related Posts