PASRAMAN NON FORMAL

Potret Pasraman Giri Mulyo Grajagan Banyuwangi

“Potret Pasraman Giri Mulyo Grajagan Banyuwangi meskipun jumlah sedikit tidak menutup kemungkinan untuk bisa unggul di tengah mayoritas, maka dari itu jiwa yang unggul harus dimiliki,” Tutur Miseno PHDI Desa Grajagan.

Pasraman Giri Mulyo Grajagan terus berupaya mengoptimalkan pendidikan karakter di tengah derasnya perkembangan dan kemajuan modernisasi pada saat ini.

Keinginan PHDI Desa Grajagan dalam membangun Generasi Hindu yang unggul, mendapatkan dorongan yang kuat dari segenap umat. Sehingga pada bulan Februari 2020 pasraman giri mulyo didirikan.

Guna tercipta sistem pendidikan pasraman yang terstruktur, PHDI desa Grajagan mengintegrasi beberapa elemen yaitu Pengemong pura dijadikan sebagai pembimbing, merekrut dua orang pendidik lulusan Strata 1 Pendidikan Agama Hindu, dan paguyupan wali sisya.

Baca Juga : Eksistensi Pasraman di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah

PHDI Desa Grajagan, Miseno mengatakan terintegrasinya seluruh elemen umat baik dari pengempon, pendidik, dan wali sisya untuk mengawal bersama – sama proses pembelajaran di pasraman giri mulyo.

Tidak hanya Guru pasraman yang memberikan pendidikan tetapi wali sisya harus mengawal untuk mengimplementasikan ajaran yang diberikan dalam kehidupan sehari – hari.

Di masa Pandemi pembelajaran pasraman tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan. Pembelajaran dilakukan dua kali dalam seminggu pada pukul 14.00 – 16.00 WIB dengan membagi jumlah sisya. Pada hari kamis sejumlah 20 sisya dan pada hari minggu sejumlah 20 sisya.

“Materi yang kita berikan tentu berkaitan dengan tri kerangka Agama Hindu, tetapi saya pribadi lebih menonjolkan tatwa dan etika. Hal ini saya tekankan karena banyak Generasi Hindu yang paham upacaranya tetapi tidak paham filsafatnya. Selain itu, untuk memebentuk karakter yang sujana memerlukan pendalaman etika yang berlandaskan veda,” Tutur Arifki Stia Budi, S.Pd selaku Pendidik pasraman

Baca Juga:  Juri Agus Subagio, Pendharma Wacana Alumni UWP Ganesha Parwati

Lina salah satu wali sisya mengatakan Pendidkan di pasraman sangat membantu kami sebagai orang tua untuk membentuk karakter anak. Harapan kami Pasraman Giri Mulyo terus berupaya maksimal untuk mengedukasi dan meningkatkan literasi terhadap kitab suci veda yang pada ahkirnya tujuan untuk membentuk karakter generasi Hindu yang sujana dapat terwujud.

Pasraman dibentuk thn 2009 dan sempat mengalami vakum. Lalu aktif kembali melakukan kegiatan sejak 2013 sampai dengan 2016 . Pada 2018 semakin optimal melakukan kegiatan sampai sekarang (IPI-003)

Penulis : Ganies Esa Manura

Related Posts