Home Posts tagged pasraman
PASRAMAN NON FORMAL REGULASI/PERATURAN Uncategorized

Begini Syarat Pendirian Pasraman Non Formal di Indonesia

Untuk mendirikan pasraman non formal agar dapat diakui oleh pemerintah dan mendapatkan bantuan. Maka, masyarakat Hindu harus mengikuti berbagai ketentuan sebagai berikut: A. Persyaratan Administrasi Adapun syarat untuk mendirikan pasraman non formal adalah sebagai berikut: 1) Mengajukan pendirian Pasrarnan Nonformal kepada Dirjen Bimas Hindu dengan sebelumnya mendapatkan Selengkapnya...
MADYAMA WIDYA PASRAMAN

Menengok Perkembangan Widya Pasraman (Formal) Pertama di Bali

Oleh I Made Bagus Andi Purnomo Gianyar – Info Pasraman Indonesia – Yayasan Lembu Putih Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali kini mengelola tiga widya pasraman formal yakni Pratama Widya Pasraman (PWP) Rsi Markandeya Taro (setingkat PAUD), Adi Widya Pasraman (AWP) Rsi Markandeya (setingkat SD) dan Madyama Widya Pasraman (MWP) (setingkat SMP). Selengkapnya...
TOKOH

Gunawan Purnomo, Juara Dharma Wacana Nasional Alumni UWP Ganesha Parwati

Info Pasraman Indonesia – Gunawan Purnomo Alumni UWP Ganesha Parwati dan merupakan mahasiswa Penerangan Agama Hindu Jurusan Dharma Duta yang kini duduk di semester 4 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Gunawan panggilan akrabnya adalah peraih juara II tingkat nasional pada bidang dharma wacana yang berasal dari Banyuwangi. “Sebenarnya Selengkapnya...
TOKOH

Profil Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A

Dia resmi dilantik menakhodai STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, 23 Juli 2020 lalu. Menteri Agama RI, kala itu, Fachrul Razi melantik Dr. I Gede Suwindia, S.Ag.,MA sebagai Ketua STAH Mpu Kuturan berdasarkan SK Menteri Agama RI No 019010/B.II/3/2020 tertanggal 20 Juli 2020. Pria kelahiran Karangasem, 29 Nopember 1976, tergolong pejabat yang masih sangat muda untuk […]Selengkapnya...
ESAI/OPINI TAKSU

Jro Satria : Bali Aga Punya Tradisi Penetralisir Energi Negatif (2)

Jro Satria lanjut menceritakan, selama ini majegau yang digunakan memang agak unik. Pertama, tanaman langka ini diperoleh setelah terkubur selama 40 tahun. Ada pula majegau yang digunakannya itu pernah terendam selama delapan tahun di sungai. Ia juga tak menampik ada majegau yang dipotong di kebun masyarakat yang diprediksi berusia hingga 30 tahun ke atas. “Majegau […]Selengkapnya...